Senin, 27 Februari 2012

Jenis-Jenis Gempa dan Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa


Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya permukaan bumi secara tiba-tiba akibat gelombang seismik terhadap lapisan-lapisan batuan (litosfer). MenurutWikipedia, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Berdasarkan penyebabnya, gempa dibedakan atas gempa tektonik, gempa vulkanik, gempa runtuhan, dan gempa buatan. Berdasarkan bentuk episentrum, gempa dibedakan menjadi gempa linier dan gempa sentral. Berdasarkan hiposentrumnya, gempa dibedakan menjadi gempa dalam, gempa intermediet, dan gempa dangkal.

Jenis-Jenis Gempa Berdasarkan Penyebabnya.


1) Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa yang diakibatkan gerakan tektonisme berupa pelepasan tenaga akibat pergeseran atau pematahan lempeng tektonik. Gempa jenis ini sering terjadi di Indonesia, bisa sangat kuat dan meliputi wilayah yang luas. Contohnya adalah gempa yang mengguncang Yogyakarta pada 27 Mei 2006 berkekuatan 5,9 SR. Gempa ini mengakibatkan >5000 orang meninggal, puluhan terlukan dan ratusan ribu rumah hancur.
Pusat gempa Yogyakarta 27 Mei 2006
Gempa tektonik yang pusat gempanya berada di dasar laut sering berpotensi menimbulkan tsunami.
Tsunami adalah gelombang laut raksasa yang timbul akibat gempa di dasar laut atau gunung meletus.
Mengapa permukaan laut turun sebelum terjadi tsunami?
Tsunami yang muncul diawali dengan peristiwa ini adalah tsunami yang disebabkan oleh gempa tektonik. Saat dasar laut turun akibat adanya pergeseran lempeng, terjadilah penarikan volume air mengisi ruang kosong di bawah laut. Akibatnya, permukaan air laut di pantai turun puluhan hingga ratusan meter. Dalam waktu beberapa menit kemudian, air laut kembali dengan gelombang yang jauh lebih tinggi dan menyapu daratan tepi pantai.
2) Gempa Vulkanik
Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi karena kegiatan gunung api, baik sebelum maupun sesudah letusan gunung api. Gempa ini terjadi bersamaan dengan pergerakan magma yang mendorong ke atas mencari daerah yang lemah sehingga muncul ke permukaan bumi. Gempa ini hanya terasa di sekitar gunung api dan tidak terlalu kuat dibandingkan dengan gempa tektonik.
Gunung meletus bisa memicu gempa vulkanik
Terdapat 2 kategori gempa vulkanik, yaitu:
  • Gempa vulkano-tektonik, yaitu gempa yang diakibatkan perubahan tekanan pada batuan akibat aktivitas magma, dan gempa ini bisa terjadi kapan saja.
  • Gempa periode panjang, yaitu gempa yang terjadi akibat penerobosan magma yang menembus batuan di sekitarnya sehingga menimbulkan getaran. Biasanya gempa ini menjadi pertanda gunung api akan meletus.
3) Gempa Runtuhan/Terban
Gempa runtuhan adalah gempa yang terjadi akibat runtuhnya massa batuan dan tanah. Contohnya adalah gempa yang terjadi saat suatu gua runtuh atau gempa akibat longsor. Gempa ini tidak begitu kuat dan radiusnya pendek, paling-paling hanya 1-2 km.
4) Gempa Buatan
Merupakan gempa yang terjadi karena aktivitas manusia. Misalnya pada saat penancapan tiang pancang beton (untuk membangun ruko/kantor). Daerah yang dipengaruhi gempa ini sangat sempit, hanya 1-100 meter.

Jenis-Jenis Gempa Berdasarkan Kedalaman Hiposentrum


  1. Gempa dangkal, jika jarak hiposentrumnya <100 km di bawah permukaan bumi
  2. Gempa intermediet/pertengahan, jika jarak hiposentrumnya 100-300 km
  3. Gempa dalam, jika jarak hiposentrumnya >300 km dari permukaan bumi
    hiposentrum dan episentrum gempa

Jenis-Jenis Gempa Berdasarkan Jarak Episentrum


  1. Gempa setempat, jika jarak terjauh gempa terasa <1000 km dari episentrumnya
  2. Gempa jauh, jika jarak terjauh gempa terasa kurang lebih 10.000 km dari episentrumnya
  3. Gempa sangat jauh, jika jarak terjauh gempa terasa >10.000 km dari episentrumnya

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Gempa Terjadi?


  • Jangan panik.
  • Jika terjebak di dalam rumah/gedung, cari perlindungan tempat-tempat yang dapat melindungi seperti di kolong meja yang kuat. Usahakan agar kepala dilindungi oleh bantal.
  • Jika sempat, segera keluar dari bangunan menggunakan pintu darurat, bukan lift. Perhatikan struktur bangunan, hindari melewati bagian bangunan yang tampaknya mudah roboh.
  • Matikan lampu dan kompor karena dapat menyebabkan kebakaran.
  • Jika berada di luar, hindari bangunan tinggi, pohon, tiang listrik, pecahan kaca, dll. Jangan mengendarai motor karena dapat menyebabkan kecelakaan.
  • Segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
  • Utamakan keselamatan jiwa, jangan terlalu memikirkan keadaan barang-barang di rumah.

Upaya-Upaya dalam Menghadapi Bahaya Tsunami


  • Memetakan daerah bahaya tsunami berdasarkan data gempa bumi, lempeng, dll.
  • Menerapkan sistem penerapan dini.
  • Menjaga ekosistem pesisir, seperti hutan bakau, terumbu karang, dll.

Jalur Gempa di Indonesia


1) Sabuk Alpin Himalaya atau Sabuk Mediteran
Membujur dari Samudera Atlantik dekat Kep, Azores, sepanjang utara Laut Tengah menuju Turki, Iran, Himalaya, Myanmar, Indonesia. Di wilayah Indonesia membujur meliputi Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Maluku.
2) Sabuk pasifik
Sabuk Pasifik (Ring of Fire) merupakan daerah yang rawan gempa dan gunung meletus. Membujur menyusuri tepi Samudera Pasifik, dari Filipina ke Jepang, Semenanjung Kamchatka, Kep. Aleut, pantai barat Amerika, Selandia Baru, Kep. Samoa, Papua, dan bertemu dengan sabuk Mediterania di Maluku.

Beberapa Istilah Kegempaan


  • Hiposentrum, merupakan suatu titik atau garis di dalam litosfer (lapisan batuan) bumi yang menjadi sumber gempa.
  • Episentrum, yaitu suatu daerah di permukaan bumi yang menjadi pusat getaran gempa. Episentrum terletak di atas hiposentrum.
  • Isoseista, yaitu garis yang menghubungkan daerah dengan intensitas getaran yang sama. Garis isoseista berbentuk lingkaran
  • Makroseisma adalah daerah di sekitar episentrum yang mendapat kerusakan paling besar.
  • Pleistoseista, yaitu garis yang melingkari daerah dengan kerusakan terbesar akibat gempa
  • Episentral adalah daerah di dalam pleistoseista
  • Seismograf adalah alat pencatat gempa
  • Seismogram adalah gambaran getaran bumi yang dicatat oleh seismograf dalam bentuk garis patah-patah (zig-zag).
  • Seismologi, yaitu ilmu yang secara khusus mempelajari gempa
  • Gelombang seismik adalah getaran gempa yang menjalardi dalam maupun di permukaan bumi dalam bentuk gelombang longitudinal (gelombang primer) dan gelombang transversal (gelombang sekunder yang datang setelahnya).
  • Magnitudo adalah parameter/ukuran kekuatan gempa yang diukur berdasarkan goncangan gempa pada sumbernya. Satuan yang banyak digunakan adalah Skala Richter (SR).

Bagimana Cara Menghitung Jarak Pusat Gempa?


Pencatatan gempa dilakukan di banyak tempat (minimal 3 stasiun pencatat gempa) agar pusat gempa dan episentrumnya bisa diketahui secara tepat. Untuk menghitung jarak stasiun ke episentrum dapat menggunakan Rumus Laska sebagai berikut.
D = [(S-P)-1] x 1.000 km
Keterangan:
D = Jarak apisentrum (km)
S = Saat gelombang sekunder tercata pertama kali dalam seismograf (menit)
P = Saat gelombang primer tercatat pertama kali dalam seismograf (menit)
Sumber: PR Geografi Untuk SMA/MA, Advanced Learning Geography 1

1 komentar:

  1. bertanya mas?
    -bagaimana mekanisme terjadinya gempa bumi?

    BalasHapus

alifsuty@blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates